DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK
DAN KELUARGA BERENCANA
KABUPATEN KAPUAS HULU
 
Lakukan Skamrt Di Dusun Ensanak Untuk Cegah Risiko KLB Melalui Pengawasan Kualitas Air Minum
Empanang , Kamis 27 Nov 2025
 
EMPANANG – Dalam upaya memperkuat kewaspadaan dini terhadap potensi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) yang disebabkan oleh kualitas air yang buruk, Puskesmas Empanang melaksanakan kegiatan Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) pada Selasa (25/11/2025) di Dusun Ensanak, Desa Tintin Peninjau. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan air yang digunakan masyarakat, baik untuk minum maupun kebutuhan sehari-hari, aman dan memenuhi standar kesehatan.
 
Mengusung tema “Pentingnya SKAMRT untuk Kewaspadaan Dini terhadap Terjadinya KLB/Wabah serta Dampaknya”, kegiatan ini dilaksanakan oleh dua tenaga kesehatan Puskesmas Empanang, yaitu Tina, A.Md.Kes dan Arsyila, A.Md.Kes. Pelaksanaan SKAMRT turut disaksikan masyarakat setempat, tenaga kesehatan Puskesmas, serta Bidan Desa.
 
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko pencemaran lingkungan pada sarana air minum, keterjangkauan sumber air, serta ketersediaan sarana air yang digunakan masyarakat setiap hari. Pemeriksaan dilakukan pada air minum dan air untuk mandi serta mencuci di rumah warga. Salah satu titik pemeriksaan dilakukan di rumah Nn. Nora Novita.
 
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa sampel air perpipaan menunjukkan hasil positif E. Coli dengan angka 50 titik. Meski demikian, air perpipaan yang telah dimasak menunjukkan hasil negatif, sehingga aman untuk dikonsumsi. Air perpipaan juga digunakan masyarakat untuk mandi, mencuci, dan memasak. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan 16 parameter utama seperti E. Coli, coliform, suhu, TDS, kekeruhan, warna, bau, pH, serta kandungan logam seperti timbal, mangan, dan lainnya.
 
Petugas berharap melalui SKAMRT, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pengolahan air dengan benar sebelum digunakan, terutama untuk air minum. Kegiatan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko penyakit berbasis lingkungan dan menjadi langkah preventif terhadap kemungkinan terjadinya wabah di masyarakat. (*)