Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Kapuas Hulu, Katharina Ellyani Rinyasari, S.Tr.Keb., M.A.P, yang didampingi jajaran Tim Kerja Farmasi, Makanan dan Minuman turut serta dalam kegiatan Inspeksi Mendadak (Sidak) harga barang dan ketersediaan kebutuhan pokok pada Selasa (16/12/2025).
Sidak dilaksanakan dalam rangka menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Hari Raya Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kegiatan tersebut dikoordinir oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Kapuas Hulu dan melibatkan tim gabungan lintas instansi terkait.
Sebelum turun ke lapangan, seluruh tim terlebih dahulu mengikuti pertemuan teknis untuk menyamakan persepsi dan koordinasi terkait pelaksanaan sidak. Pertemuan ini membahas sasaran, mekanisme pengawasan, serta langkah antisipasi dalam menghadapi potensi lonjakan harga dan kelangkaan bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Usai pertemuan, tim gabungan langsung melakukan sidak dengan menyasar sejumlah toko, minimarket, serta pasar tradisional yang berada di wilayah Kecamatan Putussibau Utara dan Putussibau Selatan. Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemantauan langsung terhadap harga bahan pokok, ketersediaan stok, masa kedaluwarsa produk, serta kelayakan dan keamanan pangan yang beredar di masyarakat.
Keterlibatan unsur kesehatan dalam sidak ini bertujuan untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat aman, layak konsumsi, serta memenuhi standar kesehatan. Selain itu, pengawasan ini juga menjadi langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari peredaran produk yang tidak memenuhi ketentuan.
Melalui kegiatan sidak ini, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu berharap dapat menjaga kestabilan harga, menjamin ketersediaan kebutuhan pokok, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (*)