DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK
DAN KELUARGA BERENCANA
KABUPATEN KAPUAS HULU
 
Sekretaris Dinkes PP dan KB Bersama Staf Program Hadiri Pertemuan Pembahasan IPM Kapuas Hulu
Putussibau, Kamis 05 Feb 2026
 
dinkes.kapuashulukab.go.id
PUTUSSIBAU – Sekretaris Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Kapuas Hulu Nanang Padli, S.K.M.,S.E.,M.Si bersama Staf Subbagian Program Indra Adiguna, S.ST.,M.A.P menghadiri pertemuan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu bersama Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis (5/2/2026)
 
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Pelayanan Satu Atap Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu tersebut 
dalam rangka pembahasan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kapuas Hulu. 
 
Hadir dalam Pertemuan tersebut yaitu Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Drs. H. Iwan Setiawan, M.Si, Asisten II Setda Kabupaten Kapuas Hulu Triwati, S.P.,M.Si serta sejumlah pimpinan dan perwakilan OPD terkait dilingkungan Pemkab Kapuas Hulu. Hadir dari jajaran Biro Kesra Pemprov Kalbar.
 
Sementara itu, Asisten I Setda Kabupaten Kapuas Hulu, Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa capaian IPM Kapuas Hulu masih memerlukan perhatian serius dan kolaborasi lintas sektor, terutama pada indikator kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Maka pertemuan ini menjadi momentum evaluasi bersama untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi capaian IPM Kabupaten Kapuas Hulu, dan diperlukan sinergi seluruh OPD agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Iwan Setiawan.
 
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu Nanang Padli memaparkan kondisi Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih menjadi salah satu tantangan dalam peningkatan IPM.
 
Nanang Padli, menjelaskan bahwa penyebab utama AKB di Kapuas Hulu didominasi oleh bayi prematur dan kasus asfiksia.
“Permasalahan AKB di Kapuas Hulu sebagian besar disebabkan oleh bayi lahir prematur dan asfiksia. Untuk itu, kami telah menyiapkan rencana tindak lanjut melalui penguatan skrining kehamilan pada ibu hamil, peningkatan sistem rujukan oleh tenaga kesehatan, serta pemenuhan dan peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan,” jelas Nanang Padli.
 
Ia menambahkan, upaya tersebut diharapkan mampu menurunkan angka kematian bayi secara bertahap serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kapuas Hulu.
 
Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu berharap adanya dukungan kebijakan dan pendampingan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat guna mempercepat peningkatan IPM, khususnya pada sektor kesehatan sebagai salah satu indikator utama pembangunan manusia. (*)