DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK
DAN KELUARGA BERENCANA
KABUPATEN KAPUAS HULU
 
Puskesmas Badau Laksanakan Pembinaan Kader Posyandu
Badau, Jumat 06 Feb 2026
 
PUSKESMAS BADAU– Tenaga kesehatan Puskesmas Badau melaksanakan kegiatan Pembinaan Kader Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) pada Rabu (4/2/2026) bertempat di Aula Puskesmas Badau. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas kader posyandu dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang berkualitas dan berkelanjutan, khususnya dalam aspek pencatatan dan pelaporan kegiatan posyandu.
Pembinaan ini mengangkat tema Pembinaan Kader Posyandu ILP dengan sasaran utama Kader Posyandu Mekar Sari Desa Badau. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim tenaga kesehatan Puskesmas Badau yang terdiri dari Leonardus Eko L. Suling, S.K.M, Ns. Sari Kemala Dewi, S.Kep, dan Rify Doresson, S.K.M. Turut hadir dalam kegiatan ini dua orang tenaga promosi kesehatan, satu orang tenaga perawat, serta empat orang kader posyandu sebagai peserta pembinaan.
Maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader posyandu, khususnya dalam melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan secara benar dan sistematis. Pencatatan dan pelaporan yang baik dinilai sangat penting sebagai dasar perencanaan, evaluasi, dan pengambilan keputusan dalam pelayanan kesehatan di tingkat desa.
Dalam pembinaan tersebut, para kader diberikan pemahaman terkait pelaksanaan layanan berbasis siklus hidup, tidak hanya terbatas pada kegiatan di posyandu, tetapi juga mencakup pelayanan di puskesmas pembantu (pustu). Materi disampaikan secara interaktif sehingga kader dapat lebih mudah memahami peran dan tanggung jawabnya dalam mendukung implementasi ILP.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pembinaan berjalan dengan baik dan lancar. Para kader terlihat antusias dan lebih mengerti terhadap materi yang disampaikan oleh petugas. Diharapkan melalui kegiatan pembinaan ini, kader posyandu mampu meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Penanggung jawab kegiatan berharap agar pembinaan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat peran kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat. (*)