Dinkes PPKB Pertemuan Program TB, Perkuat Sinergi Program TB Menuju Target Eliminasi Tuberkulosis
dinkes.kapuashulukab.go.id
PUTUSSIBAU – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar Pertemuan Program Tuberkulosis (TB) yang dirangkaikan dengan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, bertempat di Aula Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (20/7/2026).
Kegiatan dibuka dengan laporan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu, Benidiktus Aphau, S.K.M. Dalam laporannya, Benidiktus Aphau menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Tuberkulosis di Kabupaten Kapuas Hulu sebagai bagian dari upaya mendukung target nasional Eliminasi TB Tahun 2030.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan K. Ellyani Rinyasari, S.Tr.Keb., M.A.P., Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Helena, S.K.M., para ketua tim kerja dan staf Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Cory Maureen, Sp.PD, Dokter Spesialis Paru dr. Reza, Sp.Paru, para dokter umum Puskesmas se-Kabupaten Kapuas Hulu, pengelola Program TB dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, serta para undangan lainnya.
Lebih lanjut Benidiktus Aphau menjelaskan bahwa penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia memerlukan percepatan yang masif melalui kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, evaluasi berkala, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta penemuan kasus secara aktif menjadi langkah penting dalam mempercepat pencapaian eliminasi TB. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Global Fund yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengakhiri epidemi Tuberkulosis.
Pertemuan ini diikuti sebanyak 57 peserta yang terdiri dari dokter umum Puskesmas, pengelola Program TB Puskesmas dan rumah sakit, serta pengelola program HIV, Diabetes Melitus (DM), pelayanan kesehatan rujukan, dan pelayanan kesehatan primer.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi penting yang disampaikan melalui metode pemaparan, diskusi panel, tanya jawab, hingga penyusunan rencana tindak lanjut. Materi yang dibahas meliputi Workshop Standar Prosedur Operasional Skrining Tuberkulosis pada Penyandang Diabetes Melitus, pelatihan inisiasi dan tindak lanjut Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan primer, pelatihan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), workshop persiapan implementasi One Stop Service bagi pasien TB-HIV, TB Anak, dan TB-DM di tingkat kabupaten, serta kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program TB.
Melalui pertemuan ini diharapkan seluruh tenaga kesehatan semakin memahami standar pelayanan Program Tuberkulosis, mampu meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan, memperkuat kolaborasi lintas program, serta menyusun rencana tindak lanjut yang konkret untuk meningkatkan capaian penemuan dan keberhasilan pengobatan TB di Kabupaten Kapuas Hulu. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, target Eliminasi Tuberkulosis Tahun 2030 diharapkan dapat tercapai secara optimal. (*)