DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA
KABUPATEN KAPUAS HULU
 
Puskesmas Suhaid Perkuat Deteksi Dini PTM melalui Pemeriksaan Kesehatan Rutin di Posyandu
Suhaid , Selasa 15 Sep 2026
 
SUHAID – Puskesmas Suhaid terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui kegiatan deteksi dini dan skrining kesehatan masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posyandu Kenanga, Desa Mantan, Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (14/9/2026).
Mengusung tema “Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin”, kegiatan menyasar kelompok remaja, usia produktif, hingga lanjut usia (lansia). Pelayanan dilaksanakan oleh dr. Rezki, Verawati, A.Md.Kep., bersama kader kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan sejumlah layanan pemeriksaan kesehatan, mulai dari pendaftaran, pengukuran tinggi badan (TB), berat badan (BB), lingkar perut (LP), tekanan darah (TD), pemeriksaan laboratorium, pemberian obat sesuai kebutuhan, hingga konseling kesehatan.
Skrining PTM menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengenali kondisi kesehatan dan faktor risiko penyakit sejak dini. Melalui pemeriksaan rutin, berbagai faktor risiko PTM dapat diketahui lebih awal sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat segera dilakukan.
Puskesmas Suhaid berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi layanan pemeriksaan sesaat, tetapi dapat mendorong masyarakat untuk menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai kebiasaan. Partisipasi aktif masyarakat dalam memanfaatkan layanan Posyandu setiap bulan dinilai penting untuk memantau kondisi kesehatan secara berkelanjutan.
“Pemeriksaan rutin merupakan langkah sederhana, namun penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Dengan mengetahui faktor risiko lebih awal, masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan sebelum berkembang menjadi penyakit,” demikian semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut.
Berdasarkan hasil kegiatan, tercatat 32 orang mengikuti layanan skrining, terdiri dari 4 remaja, 20 orang usia produktif, dan 8 lansia.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM, sekaligus memperkuat fungsi Posyandu sebagai salah satu pintu pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat. (*)