DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA
KABUPATEN KAPUAS HULU
 
Dinkes PPKB Gelar Pertemuan dan Penguatan Tata Kelola Pelayanan Kesehatan (ASPAK)
Putussibau , Kamis 29 Oct 2026
 
PUTUSSIBAU – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar Pertemuan dan Penguatan Tata Kelola Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK) pada 27–29 Oktober 2026, bertempat di Aula Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu.
 
Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan tata kelola pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat pembinaan dan pemetaan sarana, prasarana, serta alat kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, khususnya puskesmas di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
 
Pertemuan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu, H. Sudarso, S.Pd., M.M. Turut hadir Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) K. Ellyani Rinyasari, S.Tr.Keb., M.A.P., Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Benidiktus Aphau, S.K.M., Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Helena, S.K.M., Kepala Subbagian Program Arfhi Ajudia, S.IP., M.A.P., Ketua Tim Kerja Fasilitas Kesehatan Abu Hendri, S.K.M., jajaran staf Dinkes PP dan KB, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Kapuas Hulu bersama operator ASPAK dari masing-masing puskesmas.
 
Kegiatan ini menghadirkan Hangga Taqwa Reza, S.K.M., Administrator Kesehatan Ahli Muda Bidang Pelayanan Kesehatan, sebagai narasumber. Selain itu, dr. Antonius Decky, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, turut memberikan materi secara daring melalui Zoom.
 
Dalam sambutannya, Kadinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu H. Sudarso menegaskan bahwa ASPAK bukan sekadar aplikasi untuk mengisi dan melaporkan data, melainkan instrumen penting dalam perencanaan, pemetaan kebutuhan, serta pengambilan keputusan terkait pemenuhan sarana, prasarana, dan alat kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.
 
Karenanya, Kadinkes meminta seluruh kepala puskesmas dan petugas pengelola ASPAK untuk melakukan verifikasi serta pemutakhiran data secara menyeluruh agar informasi yang tercantum dalam aplikasi benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
 
Menurutnya, pemeriksaan harus mencakup kondisi bangunan dan ruangan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta jumlah, jenis, kondisi, dan keberfungsian alat kesehatan. Setiap perubahan kondisi, penambahan, pengurangan, kerusakan, maupun kebutuhan yang belum terpenuhi harus segera diperbarui sesuai keadaan sebenarnya.
 
“Saya berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi kegiatan sosialisasi, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dengan verifikasi data, pemutakhiran secara berkala, serta identifikasi kebutuhan berdasarkan kondisi nyata di masing-masing fasilitas kesehatan,” tegasnya.
 
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan pimpinan dan keterlibatan seluruh petugas terkait agar pengelolaan data ASPAK berjalan optimal, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.
 
Melalui kegiatan ini, Dinkes PP dan KB Kabupaten Kapuas Hulu berharap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan semakin tertib dalam mengelola dan memperbarui data ASPAK. Data yang akurat diharapkan menjadi dasar penyusunan perencanaan yang lebih tepat, penentuan prioritas kebutuhan yang terarah, serta pemenuhan sarana, prasarana, dan alat kesehatan yang lebih tepat sasaran.
 
Pada kesempatan tersebut, H. Sudarso juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber atas ilmu dan pengalaman yang dibagikan, serta kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kapuas Hulu. (*)